Fakta menarik tentang Candi Borobudur


VLEOPOS - Candi Borobudur adalah candi terbesar peninggalan Abad ke-9. Candi ini terlihat begitu impresif dan kokoh sehingga terkenal seantero dunia. Peninggalan sejarah yang bernilai tinggi ini sempat menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

Candi Borobudur (42 km barat laut Yogyakarta) merupakan salah satu situs arkeologi dengan arsitektur yang mengagumkan dan diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia.

Namun tahukah Anda bahwa seperti halnya pada bangunan purbakala yang lain, Candi Borobudur tak luput dari misteri mengenai cara pembuatannya? Misteri ini banyak melahirkan pendapat yang spekulatif hingga kontroversi. Dengan beberapa catatan dan referensi yang terbatas, mari kita coba menganalisis dan sedikit menguak tabir misteri pembuatan candi ini yang ternyata tidak perlu di-misteri-kan!

Fakta menarik tentang Candi Borobudur antara lain:
1.Candi Borobudur dibangun antara abad ke-8 dan ke-9, 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 400 tahun sebelum katedral-katedral agung di Eropa.

2.Candi Borobudur memiliki luas 123x123 m2 dengan 504 patung Buddha, 72 stupa terawang dan 1 stupa induk. UNESCO mengakuinya sebagai salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

3.Candi Borobudur memiliki 2672 panel relief yang bila disusun berjajar akan mencapai panjang 6 kilometer! UNESCO memujinya sebagai ansambel relief Buddha terbesar dan paling lengkap di dunia, tak tertandingi dalam nilai seni, setiap adegannya adalah mahakarya yang utuh.

4.Candi Borobudur dibangun dari 60.000 meter kubik batuan vulkanik dari Sungai Elo dan Progo yang terletak sekitar 2 km sebelah timur candi.

5.Candi Borobudur memiliki 100 talang air berbentuk makara (patung ikan berkepala gajah) sebagai saluran air sekaligus untuk menambah keindahan candi. Dahulu, air hujan yang mengalir melalui makara akan terlihat seperti air mancur.

6.Candi Borobudur adalah puzzle raksasa yang tersusun dari 2 juta balok batu vulkanik yang dipahat sedemikian sehingga saling mengunci (interlock).

7.Berhubung saat itu sistem metrik belum dikenal maka satuan panjang yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur adalah tala yang dihitung dengan cara merentangkan ibu jari dan jari tengah atau mengukur panjang rambut dari dahi hingga dasar dagu.

8.Candi Borobudur dibangun selama 75 tahun di bawah pimpinan arsitek Gunadarma, tentu saja tanpa bantuan komputer

9.Sejak pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-11, Candi Borobudur menjadi tempat peziarahan umat Buddha dari China, India, Tibet, dan Kamboja.

Itulah beberapa Fakta menarik Candi Borobudur. Semoga bermanfaat

Ini Dia Jalan-Jalan Paling Indah di Dunia

Ini Dia Jalan-Jalan Paling Indah di Dunia

VLEOPOS - Menurut Wikipedia, Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah.

Di Indonesia sendiri, ada berbagai macam bentuk dan jenis jalan gan. Ada yg bersih, mulus, rapi, indah, asri dsb. Nah kali ini akan dibahas jalan-jalan yang ada di dunia yang bisa dibilang paling top class diantara jalan-jalan lainnya. Tentunya dengan kriteria bersih, rapi, indah, dan nyaman di mata.

Ini Dia Jalan-Jalan Paling Indah di Dunia

1. The Road to Fitz Roy, Argentina
Jalan Paling Indah di Dunia_The Road to Fitz Roy Argentina

2. Trollstigen, Norwegia
Jalan Paling Indah di Dunia_Trollstigen, Norwegia

3. Transfagarasan, Rumania
Jalan Paling Indah di Dunia_Transfagarasan, Romania

4. Chapman’s Peak, South Africa
Jalan Paling Indah di Dunia_Chapman’s Peak, South Africa

5. Furka & Grimsel Pass, Switzerland
Jalan Paling Indah di Dunia_Furka & Grimsel Pass, Switzerland

6. Passo Dello Stelvio, Italia
Jalan Paling Indah di Dunia_Passo Dello Stelvio, Italia

7. Beiyi Highway, Taiwan
Jalan Paling Indah di Dunia_Beiyi Highway, Taiwan

8. Kelok Sembilan, West Sumatra, Indonesia
Jalan Paling Indah di Dunia_Kelok Sembilan, West Sumatra, Indonesia

Itulah tadi jalan-jalan yang bisa membuat mulut kita mengucapkan kata "WOW" dan puyeng beberapa saat. Tapi ternyata jalan indonesia tidak kalah dengan yg diluar negeri.

Pesan moral : jagalah selalu kebersihan, kerapian, dan keindahan jalanan di sekitar kita. Paling tidak dengan buang sampah pada tempatnya.

Semoga tulisan ini bisa menghibur dan menjadi motivasi sekaligus inspirasi bagi kita untuk selalu meningkatkan kualitas jalanan di indonesia.

Pangeran Harry Lepas Sepatu Saat Masuk Masjid Oman

VLEOPOS - Pangeran Harry berkunjung ke Masjid Besar Sultan Qaboos sebagai salah satu tujuan kunjungan singkatnya ke Oman, Kamis (20/11). Pangeran Kerajaan Inggris tersebut terkagum-kagum dengan keindahan masjid yang terletak di Ibukota Oman, Muscat, tersebut.

Menurut laman Daily Mail, Jumat 21 November 2014, Pangeran Harry berjalan-jalan mengelilingi masjid itu, didampingi sejumlah pejabat. Sebelum memasuki masjid tersebut, anak bungsu mendiang Putri Diana ini melepas kedua sepatunya sebagai bentuk penghormatan.

Dalam sebuah kesempatan, Pangeran Harry sempat ditunjukkan oleh pemandunya itu sebuah foto yang memuat gambar ayahnya, Pangeran Charles. Suami mendiang Putri Diana itu tampak sedang berpose di dalam Masjid Agung Sultan Qaboos.

Tak hanya keindahan masjid. Pangeran Harry juga kagum dengan sejarah pendirian masjid yang dibangun sebagai hadiah dari Sultan Qaboos bin Said al Said untuk rakyat Oman ini. Hadiah ini diberikan dalam rangka peringatan 30 tahun kepemimpinan sang sultan.

Kabar kunjungan Pangeran Harry ke Masjid Agung Sultan Qaboos tidak dipublikasikan ke umum sebelumnya. Oleh karena itu, tidak banyak turis lokal maupun asing yang tampak di kompleks masjid tersebut demi menyaksikan langsung sosok Pangeran Harry.

Menurut sejarah, masjid ini dibangun dengan 300 ribu ton pasir asal India. Bangunan utama masjid ini memiliki kubah yang terpasang indah 50 meter dari atas lantai. Menara utamanya menjulang setinggi 90 meter dengan empat menara pengapit, bisa dilihat dari berbagai penjuru kota.

Masjid ini juga dilengkapi dengan karpet buatan tangan terlebar ke dua di dunia. Karpet yang dipakai untuk alas salat berukuran 229 kaki kali 196 kaki dan menutupi seluruh lantai di ruang utama.

Secara keseluruhan, butuh waktu enam tahun untuk menyelesaikan pembangunan masjid yang berdiri di atas lahan seluas 416 ribu meter persegi yang dibuka untuk umum pada tahun 2001 silam.

Di antara para turis yang hadir, terdapat sekelompok anak-anak sekolah dasar. Mereka mengambil gambar Pangeran Harry sambil melambaikan tangan kepadanya.

Indahnya Air Terjun Bawah Laut


VLEOPOS - Air terjun biasanya dilihat dari ketinggian, kali ini mari melihat air terjun dari ‘kedalaman’. Inilah 5 Air Terjun Bawah Tanah yang Indah di Indonesia :

1) Air Terjun Gua Pule Jajar di Gunungkidul, Yogyakarta
Air Terjun Gua Pule Jajar di Gunungkidul

Bukit-bukit karst di Gunungkidul menyimpan potensi gua yang melimpah. Gua Pule Jajar di Desa Jepitu, Kecamatan Giri Subo, Kabupaten Gunungkidul salah satunya. Dari ibu kota Yogyakarta, gua tersebut berjarak sekitar 78 kilometer. Letaknya berdekatan dengan objek wisata Pantai Wedi Ombo.

Salah satu daya tarik Gua Pule Jajar adalah sungai bawah tanah berarus deras dan air terjun setinggi 5 meter. Pintu masuk gua berupa celah vertikal yang berukuran sempit. Semakin ke dalam, lorongnya bertambah sempit, pengap, dan berlumpur. Hanya orang-orang berpostur kecil yang dapat dengan mudah menjelajah lorong tersebut. Lorong masuk itu berujung di lorong utama yang luas dan dialiri sungai berarus deras. Dari sungai tersebut, perjalanan menuju air terjun tinggal 10 menit lagi.

Saat ini, Gua Pule Jajar masih dalam tahap eksplorasi. Pengunjung yang datang ke gua ini umumnya adalah mahasiswa pencinta alam dan kalangan speleolog yang berusaha mempelajari gua dan lingkungannya.

2) Air terjun Gua Seropan, Yogyakarta
Air terjun Gua Seropan, Yogyakarta

Gua seropan terletak di desa Semuluh, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, dan mempunyai panjang 888 meter.

Keistimewaan gua seropan akan anda dapatkan mulai dari luar gua hingga masuk kedalam perut gua. Mulai dari luar gua anda akan dimanjakan dengan tebing- tebing kapur yang bisa anda taklukan, digua ini anda bisa menemukan 13 jalur panjatan dengan berbagai tingkat kesulitan yang bervariasi, panjat tebing diluar gua seropan cocok bagi anda yang baru belajar panjat tebing dan masih pemula, jadi tidak ada salahnya jika anda mencobanya. Dimana anda akan menemukan air terjun setinggi 7 meter.

3) Air Terjun Gua Cerme di Yogyakarta
Air Terjun Gua Cerme di Yogyakarta

Gua cermai berada di dusun Srunggo, Selopamiro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, dengan perjalanan 20 Km kearah Selatan dari pusat kota Yogyakarta, gua ini berada di dataran tinggi, saat perjalaan menuju ke gua ini pun anda akan menyaksikan keindahan alam bersama landscape pemandangan kota Yogyakarta dari ketinggian.

Yang menjadi daya tarik tersendiri didalam gua ini adalah adanya air terjun kecil yang ada didalam gua ini, jarang gua yang mempunyai keunikan seperti ini.

4) Air Terjun Gua Buniayu di Sukabumi
Air Terjun Gua Buniayu di Sukabumi

Objek wisata yang dikelola secara profesional ini terletak di Desa Kertangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat atau sekitar 40 kilometer sebelah tenggara Kota Sukabumi.

Gua ini terletak pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, tergolong tinggi untuk sebuah kawasan karst. Selain memiliki sungai dan danau bawah tanah, Gua Buniayu juga memiliki air terjun. Wisatawan yang berkunjung ke tempat ini bisa memilih rute sesuai minat dan kemampuan. Tarif masuk ke kawasan ini cukup terjangkau, yakni Rp 3.500 per orang (wisatawan), Rp 7.000 (peminat umum), dan Rp 60.000 (peminat khusus).

5) Air Terjun Gua Petruk di Kebumen
Air Terjun Gua Petruk di Kebumen

Gua Petruk merupakan salah Obyek wisata di Kabupaten Kebumen. Obwis (obyek dan Pantai Logending, dimana lokasinya berada di dukuh Mandayana Desa Candirenggo Kecamatan Ayah, kabupaten Kebumen, atau sekitar 4,5 km dari Jatijajar menuju ke arah selatan.

Karena anehnya bentuk-bentuk stalaktit dan stalagmitnya, nama-namanya pun terdengar aneh, seram, atau lucu, misalnya: batu layon (mirip mayat), bajul putih (mirip buaya), atau batu helikopter, dan lain-lain. Bahkan ada stalaktit yang menggantung di lantai gua yang rendah yang bulat-bulat mirip payudara. Di dalam gua ini juga terlihat adanya sejumlah sendang dan air terjun kecil.



Itulah kelima Air Terjun didalam Gua yang ada di Indonesia dengan panorama indah dan menakjubkan.

Menapaki Jejak Pahlawan Surabaya

MENAPAKI JEJAK PAHLAWAN SURABAYA

VLEOPOS - Hari ini menjadi peringatan mengenang jasa pahlawan khususnya bagi 'arek-arek Suroboyo'. Tak hanya keindahan kota yang menawarkan sejuta pesona, Surabaya juga banyak menyimpan kenangan tempo dulu.

Surabaya mendapat julukan sebagai Kota Pahlawan. Menjadi istimewa, karena hanya Surabaya saja yang mendapatkannya. Banyak kota lain di negeri ini yang memiliki sejarah kepahlawanan tak kalah hebat dari Surabaya. Namun julukan sebagai Kota Pahlawan hanya untuk Surabaya.

Beberapa nama dan peninggalannya yang masih bisa ditemukan oleh Surabaya City Guide (SCG), di antaranya sejarah rumah WR. Soepratman, rumah lahir Bung Karno, Gedung Nasional Indonesia (GNI) simbol dari Bapak Pergerakan Indonesia, Dr. Raden Soetomo, rumah HOS Cokroaminoto. Dan sebuah kampung bersejarah bernama Kalimas Udik, di sini tinggal KH. Mas Mansur, seorang tokoh islam dan pahlawan nasional Indonesia.

Kehadiran situs sejarah, hiburan dan khasanah budaya menjadi sungguhan luar biasa, jika mengunjungi kota yang dijuluki sebagi kota pahlawan itu.

Sebagai rakyat Indonesia tentu kita pernah mendengar cerita perjuangan Bung Tomo dan kaum muda Surabaya saat memberontak dari penjajah. Di usia yang 721, Surabaya semakin memancarkan pesona dan memikat para wisatawan untuk menelusuri mozaik perjuangan para pahlawan pembela bangsa.

Jika tertarik mengunjungi dan ingin mengenang jasa-jasa para pahlawan, Anda bisa mulai menelusuri museum 10 November. Kompleks Tugu Pahlawan terdapat beribu-ribu jenis tumbuh-tumbuhan khas Indonesia, rumah Pahlawan Nasional H.O.S Cokroaminoto, dan masih banyak lainnya. Kegiatan ini dinamakan "Road to Hero" Surabaya.

Rangkaian perjalanan Road to Hero ini dimulai dari Tugu Pahlawan. Tugu Pahlwan merupakan ikon Kota Surabaya. Tugu Pahlawan terletak di tengah kota Surabaya dan letaknya berdekatan dengan Kantor Gubernur Jawa Timur dan Bank Indonesia. Tugu Pahlawan memiliki 10 buah lengkungan (canalurus) yang terbagi dalam 11 ruas dengan tinggi 45 yard. Ketiga hal tersebut melambangkan tanggal 10 bulan 11 tahun 45, sebuah tanggal yang menorehkan sejarah bagi perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

Tugu Pahlawan yang berdiri di atas lahan seluas 1,3 hektar ini dibangun untuk mengenang Arek-arek Suroboyo yang tewas dalam pertempuran di bulan November 1945. Di dalam kompleks tugu pahlawan terdapat Museum 10 November. Museum yang didirikan pada tahun 1991 dan baru difungsikan pada tahun 1998 ini menyimpan kepingan-kepingan perjuangan arek-arek Suroboyo. Arsitektur bangunan Museum 10 November terbilang sangat unik, bangunannya tertanam ke dalam tanah dan yang muncul hanya bagian atap museum yang berbentuk piramid. Museum sengaja dibangun seperti ini agar kehadirannya tidak menandingi pesona Tugu Pahlawan, sebagai magnet utama kompleks ini.

Di dalam museum kita dapat melihat foto-foto Surabaya tempo dulu, replika patung-patung perjuangan, diorama, dan benda-benda bersejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan pahlawan Indonesia. Di tengah-tengah museum terdapat patung replika peperangan, guratan semangat di wajah patung pejuang ini seolah-olah membawa kita masa peperangan yang mencekam.

Selain Museum 10 November, kompleks Tugu Pahlawan juga memiliki magnet bagi pencinta tumbuh-tumbuhan dan ahli botani. Disekeliling kompleks tugu pahlawan terdapat beribu-ribu jenis tumbuh-tumbuhan khas Indonesia, beberapa diantaranya merupakan tumbuhan langka seperti pohon jenis Bisbul (Diospyros blancoi A. DC.), Kigelia Pinnata, Kepel (Stelechocarpus burahol), Tanjung (Mimusops Elengi L), Pagoda, Kepuh (Sterculia foetida), Sawo Kecik (Manilkara kauki), Kedondong (Spondias dulcis) dan sebagainya. Penataan yang rapi dan perawatannya yang terjaga dengan baik membuat kompleks Tugu Pahlawan sedap dipandang mata.

Puas menghayati semangat perjuangan di setiap sudut kompleks Tugu Pahlawan kami melanjutkan perjalanan Road to Hero menuju rumah Pahlawan Nasional H.O.S Cokroaminoto. Membutuhkan waktu tidak lebih dari lima belas menit untuk menginjakan kaki di kawasan kediaman H.O.S. Cokroaminoto yang berada di Jalan Peneleh VII 29-31 ini. Rumah bergaya Jawa-Belanda yang bercat hijau-kuning ini tampak begitu asri, perabotan-perabotan di dalamnya begitu terawat dan tertata dengan apik.
Rumah yang memiliki tiga kamar tidur ini dengan satu ruangan berada di belakang ruang tamu dan dua lainnya berdampingan berada di sisi kiri ruang tamu ini, merupakan rumah yang dibeli H.O.S Cokroaminoto dari seorang saudagar berdarah Arab. Bersama istrinya, R.A. Ruhasikin, rumah ini tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal H.O.S Cokroaminoto dengan keluarganya saja tetapi juga digunakan sebagai indekost bagi pelajar-pelajar Hoogere Burgelijks School. Di rumah ini H.O.S Cokroaminoto mengajarkan nilai-nilai agama dan menyampaikan pemikiran-pemikirannya dalam hal politik agar bangsa Indonesia terlepas dari jeratan Belanda.

Rumah yang menjadi saksi bisu pergerakan H.O.S Cokroaminoto dengan PSII (Partai Sarekat Islam Indonesia) ini memiliki sebuah ruangan rahasia di bagian atasnya. Ruangan ini terbilang cukup luas dan cukup untuk menampung kader-kader pergerakan H.O.S Cokroaminoto. Di ruangan ini H.O.S Cokroamino mengajarkan ilmu-ilmu dan pandangan-pandangan yang dimilikinya kepada pejuang-pejuang bangsa Indonesia dan kader-kader partainya.

Walaupun rumah H.O.S Cokroaminoto sudah tidak difungsikan lagi sebagai hunian, namun rumah ini tetap tertata rapi, bersih, dan begitu terawat. Perabotan dan hiasan-hiasan ditata sesuai dengan penataan aslinya agar tidak mengurangi nilai sejarahnya. Namun perabotan dan foto-foto di rumah H.O.S Cokroaminoto ini merupakan replika dan yang asli tersimpan rapi oleh ahli warisnya.

Satu hal lagi yang menarik dari rumah ini, Bapak Proklamator RI, Bung Karno, pernah tinggal di sini. Bung Karno bersama tokoh-tokoh nasional lainnya seperti Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, Tan Malaka, Semaun, Darsono, Muso serta Alimin pernah tinggal di sini dan menjadi murid H.O.S Cokroaminoto. Di rumah ini mereka digembleng dengan pandangan dan ilmu yang dimiliki H.O.S Cokroaminoto. Pada akhirnya tokoh-tokoh ini memiliki pandangan berbangsa dan bernegara yang berbeda satu dengan yang lainnya. Bung Karno menjadi seorang nasionalis, Kartosuwiryo berpegang teguh pada Islam konserfatif, Semaun-Darsono menjadi seorang sosialis, serta Muso-Alimin mengubah pendiriannya menjadi komunis.

Sungguh menakjubkan sejarah yang ditorehkan rumah di Jalan Paneleh VII ini, pemikiran-pemikiran yang lahir dari kediaman mungil nan sederhana ini dapat menyumbang perubahan untuk bangsa dan negara. Wajar saja jika kediaman H.O.S Cokroaminoto abad XIX sesuai SK Walikota Surabaya nomor 188.45/251/402.1.04/1996 nomor urut 55 dijadikan sebagai bangunan cagar budaya oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Surabaya.

Puas bernostalgia dengan bekas hunian tokoh-tokoh nasional bangsa Indonesia, selanjutnya rombongan bergerak menuju makam W.R. Soepratman yang terletak di Jalan Kenjeran. Letaknya yang strategis tepat berada di sisi jalan, memudahkan rombongan kami untuk menuju lokasi ini. Kami pun segera memasuki gerbang makam pencipta lagu kebangsaan bangsa kita ini.

Tiba-tiba langkah kami dikejutkan dengan suara lantang salah seorang peserta yang menyuarakan sebuah lirik lagu “Indonesia tanah airku”, sebuah lagu yang tak asing ditelinga kami, lagu Indonesia Raya. Tanpa komando rombongan yang lain ikut ambil suara menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan semangat penuh gelora. Kami pun hanyut terbawa suasana hingga tak terasa langkah kami sudah sampai di pelataran utama makam W.R. Supratman.

Di pelataran ini terdapat patung W.R. Supratman yang sedang bermain biola dengan latar belakang sebuah prasasti yang berisi tiga bait lirik lagu Indonesia Raya. Di sisi kiri pelataran terdapat sebuah prasasti pula yang bertuliskan kisah hidup W.R. Supratman mulai tahun 1903, kelahirannya, hingga 1938, akhir hayatnya. Di sisi kanan pelataran terdapat sebuah joglo dan di sinilah jasad W. R. Supratman disemayamkan. Makam W. R. Supratman yang dibalut marmer putih dengan siluet biola di bagian tengah membuat makam ini tampil mempesona dan jauh dari kesan seram, seperti anggapan makam-makam pada umumnya.

W.R. Supratman meninggal diusia 35 tahun pada tanggal 17 Agustus 1938 pukul 12 malam di kediaman Roekijem Soepratijah, kakak W.R. Supratman, di jalan Mangga 21 Surabaya. Semula jasad W.R. Supratman di makamkan di TPU Kapas, sebelah utara jalan Kenjeran Surabaya. Pada tanggal 20 Mei 1953, barulah makam W.R. Soepratman dipindahkan ke lokasi yang sekarang ini, pojok jalan Tambak Segaran wetan, Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, di sebelah selatan Jalan Kenjeran Surabaya. Mulai tanggal 15 September 2000 dan selesai pada tanggal 9 Maret dilakukan pemugaran makam W.R. Soepratman.

Tak terasa matahari mulai condong ke arah timur, rombongan Road to Hero kembali melanjutkan perjalanan menuju tujuan terakhir, makam Bung Tomo. Sengatan matahari Surabaya yang semakin menusuk kulit tidak menggentarkan langkah kami untuk menyusun mozaik perjuangan pahlawan bangsa di kota pahlawan ini. Tiba-tiba bis yang kami tumpangi menghentikan lajunya tepat di depan pemakaman umum yang berada di Jalan Ngagel. Ada apakah gerang? Tanya saya dalam hati, mungkin ada peserta yang minta diturunkan di sini karena mendadak ada keperluan atau apa, saya mencoba menerka-nerka sendiri. Tak lama seorang panitia yang merangkap sebagai pemandu perjalanan ini mengumumkan bahwa kami telah sampai di tujuan terakhir, makam Bung Tomo. Sontak saya pun terkejut, terjawab sudah pertanyaan saya sebelumnya, ternyata di pemakaman umum inilah tokoh yang amat berperan dalam peristiwa 10 November 1945 disemayamkan.
Arek Suroboyo yang bernama asli Sutomo ini lahir di kawasan Kampung Blauran Surabaya pada 3 Oktober 1920 dan menghembuskan nafas terakhirnya pada 7 Oktober 1981 ketika menunaikan ibadah haji.

Namanya tidak bisa lepas dari peristiwa 10 November 1945. Pidatonya yang berapi-api mampu membakar semangat pemuda-pemuda Surabaya untuk memerangi kesewenang-wenangan NICA. Baru setelah 63 tahun peristiwa bersejarah tersebut terjadi, akhirnya bertepatan dengan peringatan hari Pahlawan 10 November 2008 Pemerintah Indonesia memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Bung Tomo.
Inilah akhir dari perjalanan “Road to Hero”, sebuah perjalanan yang tidak sekadar jalan-jalan saja, namun sebuah perjalanan yang mampu mengembalikan roh kebangsaaan kepada kami, mahasiswa, generasi penerus bangsa. Perjalanan ini menyusun kembali kepingan-kepingan sejarah bangsa Indonesia yang telah tertanam kuat dalam benak.

Sesungguhnya kekuasaan, kekayaan, dan kehormatan bukanlah tujuan utama para pahlawan bangsa dalam membela tanah air. Mereka rela dan ikhlas menyumbangkan jiwa dan raganya demi kepentingan Indonesia. Tujuan mereka hanya satu yakni meujudkan Indonesia yang adil, makmur, damai, sentosa, dan sejahtera. Tugas mereka telah usai dan kini saatnya kita, generasi muda, melanjutkan perjuangan mereka guna mewujudkan Indonesia yang jaya.

Itu lah sebagian kisah dari Surabaya, kota pahlawan, kota sejuta kenangan, kota yang menyimpan berjuta-juta sejarah yang tak terlupakan bagi bangsa Indonesia.

Sumber : jualdisurabaya.com

Cara Dapat Uang Jika Kita Kehabisan Dana Saat Traveling


VLEOPOS - Segala sesuatu dapat terjadi waktu traveling, termasuk kehabisan uang. Jangan langsung menyerah dan panik. Saat kondisi sedang terdesak, apa saja dapat dilakukan. Mulai dari mendonorkan darah hingga mencuci piring, bisa kita lakukan untuk mengumpulkan uang saat liburan.

Ini dia 5 cara mendapatkan uang saat traveling :

1. Donor Darah

Saat kondisi tubuh sedang sehat, tak ada salahnya melakukan alternatif yang satu ini. Menjual darah di rumah sakit bisa jadi satu cara mencari uang saat traveling.

Terlebih jika darah yang mereka miliki mempunyai stok yang sedikit. Pihak rumah sakit akan dengan senang hati membeli darah kita. Lagipula, kapan lagi bisa mencari uang sekaligus membantu menyelamatkan nyawa orang lain?

2. Menjual Foto

Hasil foto traveling tidak harus selamanya berakhir di Facebook atau Instagram. Saat kehabisan uang dan masih banyak destinasi yang harus Anda datangi, foto-foto hasil traveling bisa saja menyelamatkan kantong.

Saat ini, banyak situs yang menjualbelikan foto seperti Thinkstock, Getty Images, Shutterpoint dan lainnya. Carilah celah untuk menjual foto dan jangan kaget dengan royalti yang didapat.

3. Mencuci Piring

Bukan pekerjaan yang santai, namun uang yang didapat cukup banyak, terutama jika melakukan pekerjaan ini di Eropa. Menjadi pencuci piring di restoran bukanlah hal yang baru bagi para turis yang kehabisan uang.

Carilah kontrak seminggu atau sebulan, dan pundi uang akan kembali masuk ke kantong. Kita pun dapat melanjutkan liburan!

4. Bekerja di Perkebunan

Cara lainnya, cobalah bekerja di perkebunan. Bukan sesuatu yang sulit jika hanya memetik buah dari pohonnya. Terutama di daerah yang banyak perkebunan, bekerja di sana jadi alternatif favorit para traveler yang kehabisan uang. Selain bisa mendapat uang, pekerjaan jenis ini juga memungkinkan kita bertemu dengan banyak orang baru. Ditambah, aneka cerita ringan yang akan mengalun sepanjang melakukan pekerjaan, membuat liburan lebih seru.

5. Mengumpulkan Botol Bekas

Di Eropa, memungut sampah bukan hanya apat membantu membersihkan lingkungan, tapi juga mendatangkan uang. Banyak supermarket yang mau menerima botol plastik atau tempat plastik bekas.

Kita dapat mengumpulkan botol tersebut dari tempat yang paling mudah dijangkau, seperti hostel tempat kita menginap. Dari sana, sekantung botol plastik bisa membeli makan malam barang sehari atau dua hari.

Itulah 5 cara mendapatkan uang saat traveling jika kita kehabisan dana. Semoga bermanfaat

 
Copyright © 2014. Vleopos - All Rights Reserved | Template - Maskolis
Proudly powered by Blogger